CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Selasa, 14 April 2009

Ayah.... ayah....

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. Karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil, tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis…. jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~).

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.

Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?…. mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” (^_~).

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam… walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI…..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .

Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. .. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata “tidak”.

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…

Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: “jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan: “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Kamis, 19 Maret 2009

Surat Cinta Ayah : Untuk Anakku Tersayang

Surat Cinta Ayah : Untuk Anakku Tersayang

Nak….., menjadi ayah itu indah dan mulia, dengan itu aku bangga. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang besar dan indah itu karena didasari sebuah cinta. Meskipun demikian, ketahuilah, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi ku akui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui makna keberadaanku dan tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah suatu masa terindah dan paling aku banggakan dihadapan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan sekalipun aku membanggakanmu ketika aku duduk berduaan denganmu dihadapanNya, hingga saat usia senja menanti.Nak…. ., saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan cinta ibumu. Sebagai bukti dan pengikat bahwa aku dan ibumu tak akan pernah terpisahkan oleh apapun dan siapapun. Tapi…., seiring waktu berjalan, ketika engkau tumbuh besar dan telah pula pandai bicara, ketika engkau telah mampu membantah suruhanku dengan kata “ ‘NDAK MAU “ tersentak didadaku…! Hingga membuat diriku tersadarkan siapa engkau sesungguhnya…… Engkau ternyata bukan milikku, bukan pula milik istriku ibumu, engkau adalah milik Allah yang dititipkan kepadaku. Dari itu tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdian sesungguhnya hanya patut untukNya.Sejak saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Tugasku bukanlah membuatmu dikagumi orang lain, tapi tugasku sebenarnya adalah membuatmu dicintai Allah, untuk itu aku harus mendekatkanmu kepadaNya….. Inilah usaha terberatku, karena disitu artinya aku harus terlebih dahulu memberikan contoh kepadamu bagaimana mendekatkan diri denganNya. Keinginanku harus sesuai dengan keinginanNya Sang Pemilikmu agar perjalananku untuk mendekatkanmu kepadaNya tak lagi terlalu sulit.Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua bergandengan dengan ibumu, tak pernah engkau kami biarkan tersandung kerikil tajam, terperosok kelembah hitam. Kugenggam jemarimu kupeluk jiwamu, agar dapat kau rasakan hangatnya perjalanan rohani ini. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kutarik engkau dengan belaian sayang karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mendekat denganNya tak kenal letih tak kenal berhenti. Berhenti berarti mati mata hati. Inilah kata-kataku……. Acap kali kubelai kupeluk dan kuusap air matamu ketika engkau hampir putus asa. Akhirnya nak….., kalau nanti…… , ketika semua manusia dikumpulkan dihadapanNya di padang mahsyar, kudapati jarakku amat jauh dariNya, aku ikhlas, aku rela dan aku ridho, karena seperti itulah aku di dunia. Tapi kalau boleh aku berharap…… aku ingin melihatmu disaat itu engkau berada dalam pelukanNya dekat sekali dengan Kasih dan CintaNya. Bangga aku, aku bangga, karena itulah bukti bahwa engkau yang dititipkan kepadaku telah dapat pula aku kembalikan kepada PemilikNya Allah Rabbul ‘Alamin.

*Dikutip dari salah satu thread kaskuser

Selasa, 17 Juni 2008

12 Mei 08





Yes!!!
Akhirnya gw sentuh juga nih huruf-huruf keyboard PC kerja gw untuk coba lagi ngelanjutin blog ini.
Alasan nya ?? Apalagi kl bukan ... Rava. Ada salah satu momment yang kayaknya sulit untuk nggak gw catet dalam blog ini. Apa itu??
Sore itu, Senin 12 Mei 08, gw sampe depan garasi rumah. Gw liat mobil bunda dah nyampe. Hihihi asyik.. Rava dah di rumah. Biasanya kan gw duluan yang sampe karena kl pagi kita kerja Rava ada di rumah Maknek.
Dan Seperti biasa gw langsung masuk kamar..pengen cepat-cepat ..becanda,... ketawaketiwi, ....teriak-teriak or bergulat .. ma Rava.
Tapi sore itu baru gw gendong dia, bundanya bilang kl hari ini dia dah berjalan. Gw cm senyum kecil. Dalam hati gw bilang, “Bunda emang sering lebay...”
Honestly, sebenarnya gw belom berani berharap, karena selama ini dia baru bisa berdiri dan berjalan dengan berpegangan dengan apa yang ada didekatnya. Meja kah, lemari kah atau kursi.
Si Bunda tahu kali yah apa arti senyum gw itu. Dia langsung ambil Rava dari pelukan gw, berjalan ke dekat pintu kamar dan dirikan Rava dengan masih dipegang tangannya.
“Liat Nih... !” Katanya. Ayo Va... jalan ke Ayah...”
Rava langsung nyengir, tau banget apa yang disuruh Bundanya dan langsung menepis tangan bundanya dan kini dia berdiri tanpa dipegang.
Spontan gw juga langsung siap-siap jaga dia karena gw yang paling takut kalau Rava jatuh atau kepontok atau hal lain yang yang bikin dia kenapa-kenapa.
Lalu, dalam 1 detik kemudian....... Ti...Ta...Ti...Ta.....satu langkah... dua langkah...tiga....dan seterusnya... dan sampai kepelukan Ayah!!
Hahaha...Anak laki-laki Gw sejak hari itu sdh bisa jalan!!! Sumpah, Gw seneng banget!
(next-----> ...ayah tunggu kamu bulan depan di lapangan bola ya, Nak!)

Kamis, 12 Juni 2008

Hello World, I'm Rava


Pagi itu Rabu, 14 Feb, (sekitar jam 7.00), Bunda pecah air ketuban dan langsung Gw bawa ke rumah sakit. Sampai disana dokter Frans memutuskan si Bunda mesti jalanin operasi.
Alhamdulillah..bayi laki-laki, Ravasa Danish Sembiring ... lahir jam 10.39.
Wah, elu semua pada dah pada tau ya gimana perasaan kita saat ngeliat anak pertama. :)
Awalnya sih dokter bilang anak gw normal dan sehat, berat badan juga ga terlalu kurang buat bayi prematur : 2,77............tapi, .....Siang itu, saat gw menuju rumah sakit dari abis nguburin ari-ari Rava, dalam perjalanan Gw dapat info bahwa anak Gw masuk ruang perinatologi, si Rava mesti masuk inkubator. Katanya nafas nya agak sesak dan mesti dibantu sama O2. Analisa dokter, dia mengalami infeksi karena masuk air ketuban. Satu lagi, karena prematur maka paru2 nya belom bisa bekerja secara maksimal. . Kata orang-orang tua lain lagi... masuk bulan ke 8 kehamilan, bayi nya lahir muda....
Walhasil, selama 3 hari Gw lumayan stres ngeliat anak Gw di tambahin kabel infus, bantuan O2, sama alat cek kadar O2 dalam darahnya. Plus, kurang tidur krn mesti nginep di RS dan tidur diatas sejadah. Dan yg paling bikin sedih, dalam 3 hari itu kondisi Rava tidak banyak mengalami kemajuan. Bahkan mesti disinar, krn bilurubin (kuning) juga diatas 10. Dalam beberapa hari itu gw banyak banget “nagih” sama Sang Penguasa Langit dan Bumi, Allah Swt…, ya gw tagih atas beberapa kebaikan yang pernah gw lakukan dan menggantinya dengan kesembuhan Rava. Karena gw inget satu riwayat beberapa pemuda yang terjebak dalam gua dan berdoa kepada Allah Swt untuk dibebaskan dari dalam gua tersebut dengan menebut-nyebut kebaikan yang pernah mereka lakukan.
Hari Sabtu pagi, Alhamdulillah, ASI pertama Bunda keluar. Langsung kami tampung dan kami berikan ke Rava. Ajaib !! Hari itu kondisi Rava mengalami kemajuan pesat, dan terus ada kemajuan setiap harinya...
Minggu, (18/02) Bunda Rava dah boleh pulang. Tapi Rava belum. "Ga papa..." gw bilang saat itu, yg paling penting kondisi Rava terus mengalami perkembangan tiap harinya. Jadi tiap hari, pagi sebelum berangkat ke kantor dan malam setelah pulang kantor, gw mesti bolak-balik ke RS nganterin
ASI. Juga utk Cek terus perkembangan kesehatannya.
Dan Syukur Alhamdulillah... tanggal 25 Februari Rava dah dinyatakan 100% sehat dan Gw dah bisa bawa dia pulang ke Rumah. Alhamdulillah!
May 28, 2007